Cangkang kepiting memberikan suatu template yang murah dan nyaman
guna membuat elektroda karbon yang berperforma tinggi dalam penyimpanan
energi dan konversinya, kata para ilmuwan Cina.
Bahan karbon
mempunyai potensi aplikasi yang sangat banyak, termasuk elektroda –
elektroda pada superkapasitor dan sel – sel bahan bakar. Struktur
porinya dikenal dapat mempengaruhi properti physicokimiawinya dan secara
normal dikontrol dengan menggunakan suatu template yang keras dan
berpori seperti zeolite atau silika. Namun proses ini biasanya
melibatkan penggunaan asam hydrofluoric guna menghilangkan beberapa
template-nya, yang mana dapat saja komplek dan mahal.
Sebuah
kelompok peneliti dari Fudan University, dipimpin oleh Yong-Yao Xia,
telah mendemonstrasikan bahwa cangkang kepiting mempunyai struktur
barisan berpori pada tingkat mikroskopisnya. Dengan menyelidiki struktur
unik ini, mereka telah menghasilkan susunan nanofiber karbon berpori
dengan mengkombinasikan template cangkang kepiting yang keras dengan
metode pen-template-an yang dibuat lunak. ‘Beberapa template biologis
pada umumnya sangat banyak, dapat diperbaharui, murah dan ramah
lingkungan dibandingkan dengan template buatan,’ jelas Xia.
Susunan
nanofiber karbon berpori dapat dibuat dengan menggunakan cangkang
kepiting sebagai template-nya
Setelah pembakaran cangkang kepiting
di udara, template berpori utamanya terdiri dari kalsium karbonat.
Dengan menambahkan template copolymer yang lunak dan resol terdahulu
membentuk kerangka karbonnya. Dengan pemanasan dibawah gas nitrogen
menghilangkan template yang lunak dan template yang keras dapat
dilarutkan pada asam hydrochloric.
‘Template cangkang kepiting
yang keras tidak hanya mudah untuk dipindahkan tetapi berpori secara
hirarkinya,’ kata Rui Zhang, seorang ahli pada bahan karbon berpori pada
Shanghai Institute of Technology. Susunan karbon nanofiber yang
ter-template menyimpan tingkat hirarki keporiannya, dengan membentuk
pori – pori dengan tiga ukuran. Hasil terbesar dari pengemasan nanofiber
tersebut, pori – pori medium dari ruang hampa diantara nanofiber dan
naofiber karbon mereka berisi pori – pori yang paling kecil.
Struktur
porinya sangat sesuai untuk penyimpanan muatan oleh adsorpsi/desorpsi
ion sebagai bahan elektroda bagi superkapasitor atau katalis
platinum/palladium yang diisikan pada aplikasi sel bahan bakar, kata
Xia. Dengan dibantu oleh area permukaan yang besar dan struktur
kompleknya, bahan dari Xia menunjukkan hasil yang menakjubkan pada kedua
kasus.
Tim Xia sekarang ini menggunakan cangkang kepiting guna
men-template-kan bahan berpori lainnya sama baiknya dengan menyelidiki
template alternatif dari sisik ikan.
Erica Wise
Tidak ada komentar:
Posting Komentar